Senin, 31 Mei 2010

SEMEN POLY F (POLIKARBOKSILAT)

Komposisi dan kimiawi
Semen polikarboksilat adalah system bubuk-cair. Cairannya adalah larutan air dari asam poliakrilat atau kopolimer dari asam akrilik dengan asam karboksilat lain yang tidak jenuh, misalnya asam itakonik. Berat molekul dari poliasam berkisar antara 30.000 sampai 50.000. konsentrasi asam dapat bervariasi diantara satu semen dengan semen lainnya tetapi biasanya sekitar 40%.
Komposisi dan prosedur pembuatan bubuknya mirip dengan semen seng fosfat. Bubuknya mengandung oksida seng dengan sejumlah oksida magnesium. Bubuk ini juga dapat mengandung sejumlah kecil stannous fluorida, yang mengubah waktu penngerasan dan memperbaiki sifat manipulasinya. Unsur ini merupakan bahan penambah yang penting karena juga meningkatkan kekuatan. Namun, fluorida yang dilepaskan dari semen ini lebih sedikit (15-20%) dari jumlah yang dilepaskan semen silikofosfat dan ionomer kaca.
Reaksi pengerasan dari semen ini melibatkan pelarutan partikel oleh asam yang kemudian melepaskan ion-ion seng, magnesium, dan timah, yang menyatu ke rantai polimer melalui gugus karboksil. Ion-ion ini bereaksi dengan gugus karboksil dari rantai poliasam yang ada di dekatnya sehingga terbentuk garam ikatan silang ketika semen mengeras. Semen yang mengeras terdiri atas matriks gel tanpa bentuk di dalam yang tersebar partikel-partikel yang tidak bereaksi. Gambar struktur mikronya mirip dengan semen seng fosfat.
Ikatan dengan struktur gigi
Sifat yang menonjol dari semen polikarboksilat adalah bahwa semen ini terikat secara kimiawi dengan struktur gigi. Mekanismenya belum dimengerti sepenuhnya, tetapi mungkin mirip dengan reaksi pengerasan. Komponen anorganik dan homogenitas email lebih besar daripada dentin. Jadi, kekuatan ikatan denngan email akan lebih besar daripada dengan dentin.


Sifat khas dari semen polikarboksilat
1. Ketebalan lapisan
Ketika semen karboksilat diaduk pada rasio bubuk:cair yang benar, adonannya lebih kental daripada adukan semen seng fosfat. Namun, adukan polikarboksilat diklasifikasikan sebagai pseudoplastik dan mengalami pengenceran jika kecepatan pengolesannya ditingkatkan. Secara klinis, ini berarti bahwa tindakan pengadukan dan penempatan dengan getaran akan mengurangi kekentalan semen, dan prosedur ini menghasilkan lapisan dengan ketebalan 25 μm atau kurang.
2. Waktu kerja dan pengerasan
Waktu kerja untuk semen polikarboksilat jauh lebih pendek daripada semen seng fosfat, yaitu sekitar 2,5 menit dibandingkan 5 menit untuk seng fosfat. Penurunan temperatur reaksi dapat meningkatkan waktu kerja yang diperlukan untuk sementasi jembatan cekat. Sayangnya, temperatur alas aduk yang dingin dapat menyebabkan asam poliakrilat mengental. Bertambahnya kekentalan membuat prosedur pengadukan menjadi lebih sulit. Dianjurkan bahwa hanya bubuk yang didinginkan di lemari pendingin sebelum pengadukan. Alasan dari prosedur ini adalah bahwa reaksi terjadi pada permukaan dan temperatur yang dingin memperlambat reaksi tanpa membuat cairan menjadi kental. Waktu pengerasan berkisar dari 6 sampai 9 menit, dan ini berada di kisaran yang bisa diterima untuk semen perekat.
3. Sifat mekanis
Kekuatan kompresi dari semen polikarboksilat adalah sekitar 55Mpa, karena itu, dalam hal ini, semen ini lebih rendah daripada semen seng fosfat. Namun, kekuatan tarik garis tengahnya sedikit lebih tinggi. Semen polikarboksilat tidak sekaku semen seng fosfat. Modulus elastisitasnya kurang dari setengah dari semen seng fosfat. Selain itu, tidak serapuh semen seng fosfat. Jadi, lebih sulit untuk membuang kelebihan semen setelah mengeras.

4. Daya larut
Daya larut semen di dalam ir memang rendah, tetapi jika terpajan asam-asam organik dengan pH 4,5 atau kurang, daya larutnya meningkat sangat besar. Selain itu, penurunan rasio bubuk:cairan akan meningkatkan daya larut dan kecepatan disintegrgasi secara nyata di dalam rongga mulut.
5. Pertimbangan biologi
pH dari cairan semen adalah sekitar 1,7. meskipun demikian, cairan ini dapat dinetralkan dengnan cepat oleh bubuknya. Jadi, pH dari adukan naik dengan cepat ketika reaksi pengerasan berlangsung. Meskipun semen polikarboksilat pada aawalnya bersifat asam, produk ini hanya sedikit mengiritasi pulpa. Ukuran molekul asam polikarboksilat yang lebih besar dibandingkan molekul asam fosfor, membatasi penyebarannya melalui tubulus-tubulus dentin. Kecocokan biologis dengan pulpa merupakan faktor utama yang membuat sistem semen ini populer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar